Sabar
Allah, Tuhan seru sekalian alam, bersabda bahwa kita, makhluknya untuk meminta tolong dengan sabar dan shalat. Shalat dengan mendirikannya. Dan sabar?
Sabar ada beberapa jenis, yaitu sabar menjalankan perintah, sabar menjauhi larangan, sabar menghadapi ketentuan Allah.
Sabar sendiri secara bahasa berarti menahan. Namun, dalam penerapannya, menjadi salah kaprah. Sabar hanya diartikan sebagai rem agar suatu aktifitas berjalan lamban dan melamban.
Pahlawan China dalam pendudukan Portugis, Wong Fei Hung, pernah menghancurkan hiasan kaligrafi huruf China yang berarti sabar, karena prihatin dengan pengartian kata sabar yang hanya diartikan sebagai lamban bergerak.
Dalam sebuah aktifitas sosial yang dibangun bersama-sama, sabar yang berarti lamban adalah tidak bisa secara absolut dibenarkan. Sabar di sini seharusnya diartikan sebagai secara istikomah dan konsisten menjalankan apa yang telah menjadi rencana bersama dengan tetap gigih memperjuangkannya. Untuk itu memang harus diperlukan perencanaan terlebih dahulu daripada sudah terlanjur berjalan namun tidak benar. Perencanaan yang tepat berdasarkan tujuan, visi, dan misi yang sudah ditentukan sebelumnya. Maka proses konsisten menjalankan tahapan yang telah direncanakan pada hakikatnya adalah proses pencapaian tujuan itu sendiri.
Mari kita bersabar secara aktif.