Kacamata
Kadang manusia hanya melihat dengan satu kacamata, kacamata dia sendiri tanpa mau mempedulikan kacamata orang lain.
Kacamata, point of view atau sudut pandang, biasanya diperoleh dari kemampuan seseorang menerima dan menterjemahkan suatu informasi dalam pikirannya. Terkadang seseorang menerima informasi tidak secara menyeluruh, kadang hanya bagian suatu informasi atau kadang masih pada tahap tertentu belum menyeluruh. Namun, payahnya, banyak orang menerima sebagian informasi tersebut menjadi satu informasi yang satu-satunya benar, dan lainnya adalah SALAH! Masya Allah.
Memperoleh informasi adalah melalui suatu proses pemerolehan informasi (baik secara aktif mencari atau pasif menerima) dapat digambarkan seperti beberapa orang yang sedang menyimpulkan seekor gajah dengan kemampuannya. Pada orang buta mungkin melakukan secara aktif dengan perabaan atau secara pasif mendengarkan, pada orang tidak buta mungkin bisa melakukan secara aktif dengan penglihatan.
Pun demikian, seseorang yang tidak buta pun meski dapat melihat seekor gajah, memerlukan proses pembelajaran tersendiri (walau sangat sederhana) untuk menentukan bahwa makhluk yang sedang dilihatnya adalah benar-benar seekor gajah, bukan boneka gajah ataupun gambar gajah tiga dimensi.
Kawan, terminologi orang dan proses mengetahui seekor gajah di atas tadi, mari kita bawa ke kalam ilmu Ilahi yang terhampar di dunia (yang kecil ini). Bahwa pasti dan pasti kita untuk mengetahui sesuatu memerlukan proses pembelajaran pengetahuan. Maka bagi kita di tengah kalam ilmu Ilahi yang sangat luas ini, jangan pernah menyombongkan diri dengan apa yang telah kita ketahui. Setinggi apapun ilmu Anda, jangan pernah menyombongkan diri bahwa Anda yang paling berilmu. Karena kesombongan adalah pakaian Ilahi yang tidak boleh dipergunakan oleh makhluknya.
Maka, jangan pernah berhenti belajar mengenai ilmu yang terhampar ini, selanjutnya sedikit demi sedikit ditularkan, dan jangan pernah merasa sombong dengan merasa benar sendiri, dan apalagi sampai mempersalahkan orang lain yang berbeda pendapat. Perbedaan adalah rahmat dan perpecahan adalah menuju murka Ilahi. Maka, silakan berbeda pendapat namun tetap dalam tali Ilahi.
Terima kasih,