Archive for November, 2005

Sabar

Tuesday, November 15th, 2005

Allah, Tuhan seru sekalian alam, bersabda bahwa kita, makhluknya untuk meminta tolong dengan sabar dan shalat. Shalat dengan mendirikannya. Dan sabar?

Sabar ada beberapa jenis, yaitu sabar menjalankan perintah, sabar menjauhi larangan, sabar menghadapi ketentuan Allah.

Sabar sendiri secara bahasa berarti menahan. Namun, dalam penerapannya, menjadi salah kaprah. Sabar hanya diartikan sebagai rem agar suatu aktifitas berjalan lamban dan melamban.

Pahlawan China dalam pendudukan Portugis, Wong Fei Hung, pernah menghancurkan hiasan kaligrafi huruf China yang berarti sabar, karena prihatin dengan pengartian kata sabar yang hanya diartikan sebagai lamban bergerak.

Dalam sebuah aktifitas sosial yang dibangun bersama-sama, sabar yang berarti lamban adalah tidak bisa secara absolut dibenarkan. Sabar di sini seharusnya diartikan sebagai secara istikomah dan konsisten menjalankan apa yang telah menjadi rencana bersama dengan tetap gigih memperjuangkannya. Untuk itu memang harus diperlukan perencanaan terlebih dahulu daripada sudah terlanjur berjalan namun tidak benar. Perencanaan yang tepat berdasarkan tujuan, visi, dan misi yang sudah ditentukan sebelumnya. Maka proses konsisten menjalankan tahapan yang telah direncanakan pada hakikatnya adalah proses pencapaian tujuan itu sendiri.

Mari kita bersabar secara aktif.

Kacamata

Tuesday, November 15th, 2005

Kadang manusia hanya melihat dengan satu kacamata, kacamata dia sendiri tanpa mau mempedulikan kacamata orang lain.

Kacamata, point of view atau sudut pandang, biasanya diperoleh dari kemampuan seseorang menerima dan menterjemahkan suatu informasi dalam pikirannya. Terkadang seseorang menerima informasi tidak secara menyeluruh, kadang hanya bagian suatu informasi atau kadang masih pada tahap tertentu belum menyeluruh. Namun, payahnya, banyak orang menerima sebagian informasi tersebut menjadi satu informasi yang satu-satunya benar, dan lainnya adalah SALAH! Masya Allah.

Memperoleh informasi adalah melalui suatu proses pemerolehan informasi (baik secara aktif mencari atau pasif menerima) dapat digambarkan seperti beberapa orang yang sedang menyimpulkan seekor gajah dengan kemampuannya. Pada orang buta mungkin melakukan secara aktif dengan perabaan atau secara pasif mendengarkan, pada orang tidak buta mungkin bisa melakukan secara aktif dengan penglihatan.

Pun demikian, seseorang yang tidak buta pun meski dapat melihat seekor gajah, memerlukan proses pembelajaran tersendiri (walau sangat sederhana) untuk menentukan bahwa makhluk yang sedang dilihatnya adalah benar-benar seekor gajah, bukan boneka gajah ataupun gambar gajah tiga dimensi.

Kawan, terminologi orang dan proses mengetahui seekor gajah di atas tadi, mari kita bawa ke kalam ilmu Ilahi yang terhampar di dunia (yang kecil ini). Bahwa pasti dan pasti kita untuk mengetahui sesuatu memerlukan proses pembelajaran pengetahuan. Maka bagi kita di tengah kalam ilmu Ilahi yang sangat luas ini, jangan pernah menyombongkan diri dengan apa yang telah kita ketahui. Setinggi apapun ilmu Anda, jangan pernah menyombongkan diri bahwa Anda yang paling berilmu. Karena kesombongan adalah pakaian Ilahi yang tidak boleh dipergunakan oleh makhluknya.

Maka, jangan pernah berhenti belajar mengenai ilmu yang terhampar ini, selanjutnya sedikit demi sedikit ditularkan, dan jangan pernah merasa sombong dengan merasa benar sendiri, dan apalagi sampai mempersalahkan orang lain yang berbeda pendapat. Perbedaan adalah rahmat dan perpecahan adalah menuju murka Ilahi. Maka, silakan berbeda pendapat namun tetap dalam tali Ilahi.

Terima kasih,