Gusti Allah Mboten Sare = Ihsan Statement

Gusti Allah Mboten Sare = Ihsan Statement Kalau sampeyan adalah orang Jawa (orang Jakarta nyebut kata Jawa) sebagai orang Jawa Tengahan dan Jawa Timuran, yah kurang lebih sama artinya dengan maksud kata ‘Jawa’ saya. Saya ulangi, kalau sampeyan orang Jawa seperti artian di atas, mungkin sampeyan pernah dengar ungkapan ‘Gusti Allah Mboten Sare’. Orang Jawa dalam mengungkapkan kemakhlukannya dan penghambaannya kepada Allah (Khalik = Sang Maha Pencipta) menyebutnya dengan tambahan sebutan ‘Gusti’. Ungkapan ‘Gusti Allah Mboten Sare’ dapat diartikan bahwa Allah tidak pernah tidur, dengan maksud pengungkapan adalah bahwa Allah tidak pernah tidur dan lalai dalam mengawasi gerak-gerik makhluknya. Dalam konteks keagamaan (Islam), bahwa pernyataan dan pengakuan bahwa Allah selalu mengawasi semua yang dilakukan makhluknya dengan harapan agar sang makhluk tetap setia beribadah dan bertakwa (menjauhi apa yang dilarang dan melaksanakan apa yang diperintah) kepada Allah dalam keadaan apapun, dilihat atau tidak dilihat oleh makhluk yang lain itu disebut dengan tingkatan Muhsin atau pribadinya disebut Ihsan. Artinya dalam konteks ajaran Islam yang dikulturkan dalam budaya Jawa, mengajarkan agar masyarakat atau orang yang mengaku beragama Islam harus senantiasa mampu dan mampu menjadi pribadi-pribadi shaleh yang Ihsan. Ihsan berada di atas tingkatan mukmin dan muslim. Bayangkan kalau konsep kultur Jawa yang Islami ini diugemi (dimengerti, dihayati, dan dilaksanakan), saya yakin korupsi di Indonesia akan dapat diberantas dengan baik. Semoga kita menjadi pribadi yang Ihsan dan selalu merasa kehadiran Allah SWT. Amien.

Seperti juga ditulis di http://www.fleximania.com/blog/index.php?userId=MTkz

Leave a Reply